Desa Sakabatur – Kapuas

Sejarah Desa

Desa Saka Batur, sebuah permata di Kecamatan Kapuas Hilir, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, memiliki sejarah yang kaya dan mendalam. Nama Desa Saka Batur berasal dari kata “Saka” dan “Batur”. “Saka” berarti muara, dan “Batur” sebagai tanda sebuah Makam yang konon katanya di Batur Muara terdapat sebuah Makam keramat yang sampai saat ini belum ada pengakuan ahli waris. Atas temuan Makam tersebut. kelompok masyarakat menamakan desa menjadi Desa Saka Batur. Masyarakat desa Saka Batur berasal dari Hulu Sungai (Suku Banjar) dan 100% beragama Islam, mencerminkan keberagaman budaya dan spiritual yang harmonis.

Dahulunya, Saka Batur adalah sebuah kedudukan atau semacam dusun yang terdiri dari 5 RT dan berada dalam wilayah Desa Bakungin, Kecamatan Kapuas Hilir pada tahun 2003. Kedudukan Saka Batur dimekarkan menjadi sebuah desa pada tahun 2005. Saka Batur resmi menjadi desa definitif dengan kepala desa pertama Utuh Muhammad dengan luas wilayah 1.500 Ha.

Seiring berjalannya waktu, Desa Saka Batur terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan zaman, namun tetap memegang teguh nilai-nilai tradisional dan kearifan lokal. Masyarakat desa aktif dalam berbagai kegiatan sosial, ekonomi, dan budaya, yang memperkuat ikatan komunitas dan mempromosikan pembangunan berkelanjutan.

Desa Saka Batur juga dikenal dengan potensi alamnya yang melimpah, termasuk lahan pertanian yang subur dan sumber daya air yang bersih. Potensi ini dimanfaatkan secara bijak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan.

Peta Desa

Menampilkan Peta Desa Dengan Interest Point Desa Pulau Telo